Langsung ke konten utama

“JAUHI”




Bodohku mencintaimu adalah tak berani merelakanmu
Merelakan tiap-tiap jejakmu.
Hingga saat kutulis pecahan kalimat ini
Tersesak dada hingga ingin mati

            1 jam ini aku terdiam
            Mencoba mengais-ngais pijakan kakimu yang pernah kutemani
            Merangkum kembali untuk kusimpan pribadi tanpa kau ketahui
            Maaf, biarkan aku melihat temaram tanpamu, menihil kan mu dalam doaku.

Lepas dari bulan itu, lepas dari pesinggahan ini.
Pendengaranku, mencoba mendengar lebih jauh,
Barangkali aku mendengar rintih namaku
Yang sempat kau panggil dengan perasaan.
Yang kemudian saat ini mungkin hilang tanpa perayaan.

            Tatapmu, terbayang lagi detik ini, detik ku menulis“detik ini”
            Bias, sedikit jelas namun meracuni
            Tetapi aku ingin membereskan, menjauhkan yang lama
            Dan memulai lembar demi lembar lagi

Aku tahu hanya suram yg akan datang
Begitulah yg kupilih, bekas sentuhan hangatmu sudah kucuci
Mulai saat ini, mulai detik ini
Hatiku, Bukan untukmu lagi.
           
           
           
           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENYAMBUT PEMILU 2019 DAN BAGAIMANA POSISI KITA?

Oleh : Anak Agung MIP Baru beberapa minggu yang lalu kandidat calon Presiden Republik Indonesia akhirnya sudah terdeklarasikan. Meskipun berjalan dengan sedikit drama, hal yang ditunggu-tunggu masyarakatpun terbayarkan. Jokowi dan Ma’ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjadi calon presiden republik indonesia pada pemilu mendatang. Kedua belah pihak memang memiliki track record yang bagus dalam dunia politik maupun yang lain. Masyarakatpun seolah langsung terpolarisasi setelah diputuskannya calon presiden indonesia itu. Tentu, sebagai warganegara yang baik, penulis memiliki harapan yang besar pada kedua calon tersebut. Akan tetapi, sebagai warganegara yang baik juga, penulis ingin merefleksikan perihal tentang apa sebetulnya kita dalam sebuah negara dan perpolitikan ini? Pertanyaan mendasar sekarang, benarkah kita ( rakyat ) adalah tuan dari negara ini dan apakah kita sungguh memiliki pesuruh yang bernama Pemerintah? memikirkan tentang hal ini penulis ...

FENOMENA CALON INDEPENDEN TERHADAP ISU DEPARPOLISASI PADA PILKADA DKI JAKARTA 2017

Deparpolisasi menurut KBBI adalah pengurangan jumlah partai politik [1] , secara umum deparpolisasi dapat diartikan sebagai berkurangnya peran-peran partai politik bahkan peniadaan partai politik. Dalam dunia perpolitikan, negara tentu mengharapkan pemilu yang demokratis karenanya partisipasi politik warganegara adalah sebuah kebutuhan. Demokrasi tanpa keikutsertaan rakyat adalah sesuatu yang nihil. Keterlibatan serta partisipasi rakyat diharapkan dapat menentukan arah kebijakan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan negara, terutama menyangkut kepentingan rakyat umum (banyak). Menyangkut pernyataan diatas, bahwa pemilu dapat diartikan sebagai hal yang sangat sakral karena disanalah nasib dari jutaan masyarakat disuatu wilayah ditentukan oleh siapa pemimpinnya. Dalam kontestasi politik tentu partai politik sengat gencar dalam mengkampanyekan kader terbaiknnya agar dapat dipilih oleh rakyat. Tetapi, seiring berjalannya waktu banyak kader dari partai politik yang gag...

APAKAH TUHAN ITU ADA?

ASSALAMUALAIKUM WR.WB Dijaman yang sudah serba modern ini, banyak seseorang yang terbuai dengan kemajuan teknologi yang memudahkan segala aktivitasnya. Teknologi memang diperuntukkan untuk memudahkan manusia dalam menjalankan setiap aktivitasnya, tetapi seringkali teknologi malah membuat kehidupan alami manusia tergeser. Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang bersosial dengan individu lain. Namun, dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti smartphone dsb, membuat manusia menjadi lebih indivudialis dan lebih suka berinteraksi di dunia maya dibandingkan berkomunikasi secara langsung didunia nyata. Sehingga, saat ini banyak individu yang duduk berdekatan tetapi tidak saling berinteraksi melaikan sibuk dengan smartphone mereka. Secara umum implikasi dari kemajuan teknologi adalah semakin rasionalnya manusia dalam melihat segala sesuatu, dan semakin sempitnya cara berpikir manusia, karena mereka menganggap apapun dapat dilakukan dengan teknologi. Sehingg...