Bodohku
mencintaimu adalah tak berani merelakanmu
Merelakan
tiap-tiap jejakmu.
Hingga saat
kutulis pecahan kalimat ini
Tersesak
dada hingga ingin mati
1 jam ini aku terdiam
Mencoba mengais-ngais pijakan kakimu
yang pernah kutemani
Merangkum kembali untuk kusimpan
pribadi tanpa kau ketahui
Maaf, biarkan aku melihat temaram
tanpamu, menihil kan mu dalam doaku.
Lepas
dari bulan itu, lepas dari pesinggahan ini.
Pendengaranku,
mencoba mendengar lebih jauh,
Barangkali
aku mendengar rintih namaku
Yang sempat
kau panggil dengan perasaan.
Yang kemudian
saat ini mungkin hilang tanpa perayaan.
Tatapmu, terbayang lagi detik ini,
detik ku menulis“detik ini”
Bias, sedikit jelas namun meracuni
Tetapi aku ingin membereskan,
menjauhkan yang lama
Dan memulai lembar demi lembar lagi
Aku tahu
hanya suram yg akan datang
Begitulah
yg kupilih, bekas sentuhan hangatmu sudah kucuci
Mulai saat
ini, mulai detik ini
Hatiku,
Bukan untukmu lagi.
Komentar
Posting Komentar