ASSALAMUALAIKUM WR.WB
Dijaman yang sudah serba modern ini,
banyak seseorang yang terbuai dengan kemajuan teknologi yang memudahkan segala
aktivitasnya. Teknologi memang diperuntukkan untuk memudahkan manusia dalam
menjalankan setiap aktivitasnya, tetapi seringkali teknologi malah membuat
kehidupan alami manusia tergeser. Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang
bersosial dengan individu lain. Namun, dengan kemajuan teknologi informasi dan
komunikasi seperti smartphone dsb, membuat manusia menjadi lebih indivudialis
dan lebih suka berinteraksi di dunia maya dibandingkan berkomunikasi secara
langsung didunia nyata. Sehingga, saat ini banyak individu yang duduk
berdekatan tetapi tidak saling berinteraksi melaikan sibuk dengan smartphone mereka.
Secara umum implikasi dari kemajuan
teknologi adalah semakin rasionalnya manusia dalam melihat segala sesuatu, dan
semakin sempitnya cara berpikir manusia, karena mereka menganggap apapun dapat
dilakukan dengan teknologi. Sehingga, keadaan sosial masyarakat seakan
mentiadakan tuhan sebagai sesuatu yang ada, baik didalam akal dan hati manusia.
Dasar yang menyebabkan kebanyakan orang
mentiadakan tuhan pada jiwa mereka atau tidak mengakui eksistensi tuhan adalah
karena lebih rasionalnya daya pikir seseorang dan dibarengi dengan sempitnya
daya pikir seseorang akibat modernisme. Memahami sosok tuhan yang tidak tampak
dsb yang abstrak, seolah-olah logika manusia tidak menerima adanya tuhan karena
tidak ada, tidak terlihat, berada dimana-mana tidak jelas dan manusia tidak
pernah bertemu tuhan sebelumnya. Bahkan, menurut kebanyakan orang, dogma agama, kitab agama kurang logis dalam
menjelaskan adanya bukti tuhan.
Hal ini yang menjadi dasar merosotnya
generasi muda di indonesia selain pendidikan. Mentiadakan tuhan, tidak percaya
tuhan, tidak percaya agama/Kitab dsb adalah penyebabnya. Padahal Allah dalam
QS. al-baqarah (2) ayat 23 berfirman : Dan jika kamu meragukan (al-Quran) yang kami turunkan kepada hamba kami
(Muhammad), Maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang-orang yang benar. Ayat ini sangat jelas diperuntukkan bagi orang
yang telah kehilangan kepercayaan terhadap agama, dan dengan logis Allah
menantang mereka yang ragu akan agama untuk membuat satu surah saja yang
semisal dengan al-Quran. Allah sangat adil dan manusiawi dalan tantangan ini.
Analoginya seperti “ Saya menantang anda berkelahi, jika anda menang saya jadi
anak buah anda, tetapi jika saya menang, anda jadi anak buah saya” adil sekali
tawaran Allah swt. Tetapi Allah lanjut memberikan kemudahan pada mereka yang
ragu untuk meminta pertolongan kepada siapapun selain Allah untuk memenangkan
tantangan ini, tetapi apa yang kita dapatkan sekarang? Tantangan itu tidak
pernah berhasil dikalahkan sedikitpun sampai jaman sekarang.
Kalau
kita berfikir secara logis adakah tantangan yang dibuat manusia yang belum
terjawab sampai detik ini? Tidak ada. Lalu apakah tantangan dalam al-Quran ini
dibuat oleh manusia? tentu TIDAK. Jikalau tantangan yang dibuat oleh manusia
maka tentu akan ada kecacatan dalam al-Quran yang dimana secara tidak langsung
berarti al-Quran buatan manusia. Tetapi al-Quran adalah firman Allah, dan
Allah berfirman dalam Qs. Al-Baqarah(2)
ayat 24 : Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak mampu, maka
takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang
disediakan bagi orang-orang kafir. Jikalau rasionalisasi ini belum
membuat seseorang percaya akan adanya tuhan, akan banyak sekali pembahasan yang
akan diulas untuk menjelaskan eksistensi tuhan.
Membicarakan
tuhan kita harus tahu apa itu Tuhan. Tuhan adalah pencipta segala kehidupan di
alam semesta ini. Apakah benar tuhan mencipatakan alam semesta ini?, kita akan
membahas tentang penciptaan alam semesta.
Sebagai
manusia tidak salah kita mengkritisi adanya Tuhan, karena manusia memiliki akal
yang digunakan untuk berfikir dan menentukan mana yang benar dan mana yang
salah. Manusia seringkali berfikir bagaimana asal mula Kehidupan, bagaimana
tiba-tiba ada bumi sbintang dsb. Kita akan membahas bagaimana awal mula adanya
alam semesta, para ilmuwan dan para astronom sepakat setelah mereka meniliti
bintang, planet, benda-benda yang ada diluar bumi ternyata semua benda ini
saling menjauh atau saling mengembang, kalau kita dasarkan semua ini pada
waktu, yang menjadi pemahaman kita sekarang sederhana yaitu kalau seiring waktu
benda-benda ini terus mengembang atau terus menjauh satu sama lain. Pertanyaan
sederhana adalah bagaimana jika waktu itu diputar balik apa yang akan terjadi?
Yang akan terjadi adalah benda-benda langit ini akan kembali mengerut, mendekat
satu sama lain, mengecil, menyatu dll. Jika waktu diputar balik lebih awal lagi
maka yang akan terjadi adalah mereka kembali menjadi satu titik tunggal, yang
oleh ilmuan itu disebut titik singularitas dan dikenal secara umum dalam dunia
akademis dengan sebutan BIG BANG. Sehingga, Inilah awal dari terciptanya alam
semesta, dari satu titik awal yang kemudian meledak menjadi alam semesta dan
tercipta kehidupan seperti sekarang.
Dan
fenomena ini telah Allah firmankan 1400 tahun yang lalu didalam al-Quran
sebelum manusia menemukan penjelasan secara ilmiah mengenai terciptanya alam
semesta. Allah Swt dalam Qs. Al- anbiya:30 berfirman : “Dan apakah orang-orang yang kafir
tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu
yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan
segala sesuatu yang hidup, maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”. Dalam firman ini Allah mengatakan “Maka
mengapakah mereka tiada juga beriman?” ayat ini jelas diperuntukan bagi orang-orang yang masih ragu akan
adanya tuhan. Al-Quran telah menjelaskan fenomena bigbang ini jauh sebelum
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi abad 20 mengungkap secara ilmiah
fenomena awal mula alam semesta ini. Oleh karena itu, Mustahil bila al-quran
adalah buatan manusia kalau tidak buatan dari Pencipta Alam beserta isinya
yaitu ALLAH SWT.
Tidak
berhenti disitu, Allah swt dalam Qs. Adz-dzariyat:47 berfirman : Dan
langit itu kami bangun dengan kekuasaan (kami) dan sesungguhnya kami
benar-benar meluaskannya”. Penemuan abad 20 oleh ilmuwan seperti Albert
einsten dengan hitungan dia yang rinci, meyimpulkan bahwa alam semesta ini
dinamis, tidak statis artinya alam semesta ini berkembang. Bukti lain menurut
teori fisika yang sudah diakui, spectrum kelap-kelip bergerak menjauhi tempat
observasi cenderung mendekati warna merah yang artinya berbagai galaksi saling
menjauh dengan kecepatan sampai beberapa ribu kilometer per detik. Sehingga,
hal ini berarti bahwa alam semesta sedang berekspansi/ melebar/ meluas.
Kini
teori bigbang sudah tidak lagi menjadi teori tetapi sudah menjadi “keyakinan“
ilmiah para ilmuwan. Fenomena Bigbang ini telah membuka pemikiran kita bahwa
pasti ada “sesuatu” yang awal dialam semesta ini. Sehingga, alam semesta ini
terbentuk sedemikian rupa dan tertata bagus sedemikian rupa.
Berbicara
mengenai apa yang terjadi setelah kejadian Bigbang/ Ledakan dahsyat ini sangat
membingungkan para ilmuwan. Ilmuwan bingung dengan logika yang terjadi setelah
kejadian bigbang ini. Segala benda yang terbentuk setelah Bigbang sangat
tersusun dengan rapi/teratur/ keteraturan. Kalau kita kenal dalam kehidupan
kita, setiap ledakan yang terjadi akan menciptakan ketidakteraturan, misalnya
rumah anda dipasang bom/dinamit, maka yang akan terjadi adalah ledakan, dan
rumah anda menjadi hancur berantakan. Tetapi apa yang terjadi setelah bigbang
bukanlah sebuah kekacauan,kehancuran dsb, melainkan sebuah “Keteraturan”.
Kemudian timbul pertanyaan akibat dari keteraturan yang terjadi setelah bigbang
ini yaitu apakah ini sebuah kebetulan? Berapa kemungkinan semua hal ini terjadi
secara kebetulan atau bisa kita samakan dengan berapa kemungkinan Tuhan itu
tidak ada? Maka jawaban yang didapat oleh Dr.Roger penrose beliau adalah
seorang profesor matematika dari amerika, dia berkata bahwa probabilitas alam
semesta tercipta secara kebetulan adalah 1/1010 pangkat 123 (bingung
nulisnya hehe). Berapakah hasil angka tersebut, mungkin anda akan menghitungnya
dengan hasil jawaban yang pasti tidak akan rasional. Tetapi Profesor Roger
mengatakan bahwa hasil kesimpulan dari perhitungannya dia adalah More
than Imposible/ lebih dari tidak mungkin.
Profesor
mengatakan Tidak mungkin segala sesuatu yang ada sekarang adalah Kebetulan,
Mustahil manusia ada karena kebetulan. Kembali kepertanyaan awal bahwa apakah
Tuhan itu ada? Jawabanya yang sangat tepat adalah Tuhan Harus ada/Tuhan Pasti
ada. Karena harus ada eksistensi dari terciptanya segala sesuatu yang ada, Jika
tuhan tidak ada maka banyak pertanyaan bagaimana semua ini terjadi, bagaimana
datangnya manusia, bagaimana alam semesta tercipta jika Tuhan tidak ada. Karena
bila kita tidak bisa membuktikan adanya tuhan bukan berarti tuhan tidak ada,
tetapi bila kita bisa membuktikan bahwa segala sesuatu tercipta bukan karena
kebetulan maka jawabanya adalah seharusnya ada Tuhan, bahkan Tuhan pasti ada.
Dalam
Qs. Al-anbiya ayat 32-33 Allah berfirman : Dan kami menjadikan langit sebagai atap yang
terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari (tanda-tanda kebesaran Allah)
itu (matahari. Bulan, angin, awan, dll). Dan dialah yang telah menciptakan
malam dan siang, matahari dan bulan, masing-masing beredar pada garis edarnya.
Dalam
Qs.Ar-rahman 1-10 : Allah yang maha pengasih, yang telah mengajarkan al-quran, Dia
menciptakan manusia, mengajarkan pandai berbicara. Matahari dan bulan beredar
menurut perhitungan, dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (Kepada-Nya).
Dan langit telah ditinggikan-Nya dan dia ciptakan keseimbangan, agar kamu
jangan merusak keseimbangan itu. Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya).
Demikianlah
beberapa ayat yang terkutip didalam Al-quran, telah menjelaskan bahwa Allah Swt
yang telah membuat segala sesuatu yang ada dialam semesta ini, Allah Swt yang
mengatur semua ciptaanya dialam semesta ini. Oleh karena itu, Semoga pembahasan
yang sedikit ini dapat meyakinkan kita kepada adanya Tuhan.
Seorang
filsuf dan ilmuwan terkenal, Francis bacon pernah berkata: Mereka yang sedikit punya ilmu sains, menjadi ateis (tidak percaya
tuhan), Tetapi mereka yang mempunyai pengetahuan mendalam tentang sains, mereka
menjadi orang yang berimana kepada tuhan.
Dan
Islam adalah diperuntukan bagi orang-orang yang berfikir, Allah Swt dalam
alquran banyak sekali menyuruh manusia untuk, “Berfikir”. Karena berfikir
adalah karunia yang diberikan Allah swt kepada manusia. Demikian pembahasan ini
semoga Allah swt memberikan hidayah kepada kita semua. Aamiin.
WALAIKUMSALAM WR.WB

Komentar
Posting Komentar